Pemkab Cirebon Siapkan Wisata Mangrove di Tiga Titik Wilayah Pantai

wisata mangrove

Berita Cirebon24.com - Kabupaten Cirebon bakal memiliki lokasi wisata mangrove. Direncanakan ada tiga titik yang akan dijadikan lokasi wisata mangrove di Kabupaten Cirebon. Di antaranya Kecamatan Gunung Jati, Mundu dan Losari yang sudah dilakukan kajian oleh konsultan yang ditunjuk.

Jika Gunung Jati dan Mundu diarahkan untuk menjadi lokasi mangrove center, sementara Losari diarahkan menjadi lokasi mangrove essensial. Pihak Kementerian dan Kelautan pun beberapa kali sudah datang ke tiga lokasi ini.

Jenis mangrove yang ditanam di tiga lokasi inipun sudah cukup lengkap. Di antaranya adalah jenis rhizopora, mucronata, beringtonia, serta banyak lagi jenis lainnya.

Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Cirebon, Agus Waluyo mengatakan lokasi ekowisata ini juga akan memiliki sarana dan prasarana lainnya.

“Di antaranya dibangun sebuah cottage. Kami instensif mengadakan program di Gunungjati, ini sebagai salah satu dukungan untuk menjadikan lokasi ini sebagai ekowisata mangrove,” ujarnya saat menanam mangrove bersama komunitas nissan x trail Indonesia di Pantai Desa Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati, Minggu (15/01).

Menurut Agus, sebagai daerah pesisir, Kabupaten Cirebon minim tempat wisata berbasis laut. Padahal, kata dia dengan panjang pantai hampir 72 kilometer mulai dari Kapetakan hingga Losari, potensi wisata laut tersebut sangat memungkinkan untuk dikembangkan.

Menurutnya, titik persoalan di pantai Cirebon adalah tingginya tingkat sedimentasi. Melalui tanaman mangrove, perlahan sedimentasi di pantai Cirebon bisa terkikis.

Sementara itu, Ketua LSM Panglaot, Yudha Putra Teuku Fachrudin menuturkan, Indramayu sebagai tetangga terdekat Kabupaten Cirebon pun sudah memiliki ekowisata mangrove. Juga beberapa daerah lain seperti Rembang, Tuban, serta Demak.

“Saya kira disini juga bisa, apalagi dibandingkan dengan daerah lainnya, jenis tanaman mangrove di pantai Cirebon lebih lengkap,” ujarnya.

Tahapan pertama dari rencana ekowisata ini sendiri sudah dilakukan, yaitu dengan mendesain lokasi penanaman mengrove di Kecamatan Gunungjati yang terletak di Desa Jatimerta dan  Desa Klayan.

Selain itu, menurut Fachrudin, pihaknya pun sudah memetakan ketebalan penanaman, yaitu mulai dari 75 meter menjorok ke laut, hingga maksimal 200 meter menjorok ke laut.

(sumber)

2188 Total Views    2 Views Today

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below