Kabupaten Cirebon Endemis Kusta

Kepala Seksi Penanganan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana.

SUMBER – Kabupaten Cirebon ternyata menjadi wilayah endemis kusta. Di tingkat Jawa Barat, Kabupaten Cirebon menduduki peringkat 4 besar penderita kusta terbanyak setelah Indramayu, Karawang dan Subang. Penderita kusta di Kabupaten Cirebon sendiri, mencapai di atas 200 kasus setiap tahunnya.

Kepala Seksi Penanganan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, hari Rabu (17/06) kemarin, menjelaskan, sesuai data yang ada di pihaknya, kasus kusta mulai mengalami penurunan sejak tahun 2011. Tahun 2011 tersebut ditemukan 287 kasus, kemudian 2012 sebanyak 273 kasus. Untuk tahun 2013, terus mengalami penurunan cukup drastis menjadi sebanyak 215 kasus. Tahun 2014 sendiri, kembali menurun menjadi 202 kasus. “Memang bila dilihat, kita menjadi wilayah endemis kusta di Jawa Barat, tapi kita coba lakukan penekanan kasus baru kusta dan dari tahun ke tahun, jumlah penderita ini terus menurun,” terangnya.

Selanjutnya, meskipun Kabupaten Cirebon termasuk endemis kusta, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak takut dengan penyakit kusta. Mengingat penyakit tersebut masih bisa disembuhkan, dimana obat untuk penanganan kusta pun bisa didapat dengan gratis di 57 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon. “Masyarakat tidak perlu takut karena penyakit ini bisa disembuhkan,” ungkapnya.

Namun diakui pihaknya, stigma negatif yang berkembang di masyarakat tentang kusta, membuat penanganan penyakit ini terhambat. Pasalnya, masyarakat kerap memandang kusta sebagai penyakit kutukan yang mengerikan. Padahal, penyakit kusta tidak seburuk itu. “Stigma ini bukan hanya muncul di masyarakat, tetapi juga di diri penderita, sehingga akhirnya mereka memilih untuk mengunci diri dan tidak melakukan pengobatan,” ujarnya.

Nanang menambahkan, penyakit kusta sendiri, disebabkan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Jika pihaknya menemukan kasus kusta baru, maka perlu dilakukan pemeriksaan hingga radius 100 meter dari kediaman penderita. Hal tersebut dimaksudkan untuk pendeteksian secara dini penderita kusta lainnya. Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak takut jika ada rekannya yang terkena kusta, karena waktu penularan diperlukan waktu yang lama dan kontak yang berulang.

Sumber : radarcirebon.com

Baca juga :

 

9386 Total Views    4 Views Today

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below