Perusahaan Otobus Tolak Kenaikan BBM

bis2


bis2
CIREBON - Kebijakan pemerintah dalam menaikan harga BBM akan membawa dampak bagi para pengusaha jasa angkutan umum. Ditambah lagi dengan kebijakan PT. KAI yang terus menambah fasilitas angkutan dan jadwal keberangkatannya, sehingga dimungkinkan sejumlah perusahaan jasa angkutan umum itu terancam gulung tikar.

Kepala Operasional Perusahaan Otobus (PO) Sahabat Kabupaten Cirebon, Sunarto, hari Minggu (09/11) kemarin mengemukakan, pihaknya dengan tegas menolak kenaikan BBM, setidaknya menunda rencana tersebut. Pasalnya, Perusahaan Otobus adalah pihak yang akan terkena dampak kenaikan BBM secara langsung, sehingga dikhawatirkan terjadinya penurunan keberangkatan armada karena pendapatan yang diterima tidak sesuai dengan pengeluaran operasional kendaraan. Selain itu, imbas lain dari kenaikan BBM adalah turut naiknya harga spare part atau suku cadang kendaraan. “Kami meminta kepada pihak pemerintah untuk menunda kenaikan harga BBM karena jika kebijakan itu tetap diberlakukan, kami akan kena imbas secara langsung dari kebijakan tersebut” jelasnya.

“Tidak hanya itu, dampak dari kebijakan pihak PT. KAI dalam menambah fasilitas dan penambahan jadwal keberangkatan bagi para penumpangnya itu, juga sebagai kendala bagi kami dalam mencari penumpang tujuan Kota atau Provinsi. Kami meminta kepada pihak PT. KAI untuk memberikan kesempatan kepada kami agar armada kami bisa beroperasi lagi secara maksimal,” lanjutnya.

Sunarto menambahkan, sejak satu bulan terakhir, armada angkutan PO. Sahabat mengalami penurunan hingga 50 persen lebih, dimana biasanya armada PO. Sahabat dalam sehari bisa beroperasi sekitar 100 armada, kini hanya bisa beroperasi 40-50 armada, akibat penumpang menurun dan beralih ke jasa angkutan umum kereta api.

Sumber : cirebontrust.com

4512 Total Views    12 Views Today

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below